belajar trading

                                            PERDAGANGAN BELAJAR

*.  perdagangan  adalah suatu konsep dari dasar ekonomi yang di dalamnya terdapat aktivitas penjualan produk barang atau jasa.  Nilai keuntungan yang diperoleh dari kegiatan ini adalah transfer yang dikirimkan oleh pembeli pada penjualnya, atau pada pertukaran barang atau jasa pada kedua belah pihak. 

Secara sederhana, trading atau perdagangan keuangan dapat didefinisikan sebagai aktivitas membeli dan menjual aset keuangan seperti saham, mata uang asing (forex), komoditas, atau instrumen investasi. Aktivitas ini dilakukan di pasar keuangan global yang beroperasi 24 jam sehari, 5 hari seminggu.


" Dalam dunia finansial, berikut jenis-jenis trading   yang sangat terkenal  , yaitu:
 
  1. Trading Forex di dalam bursa berjangka komoditi (ICDX)
    Trading forex
       adalah bentuk perdagangan mata uang asing.   Pasar Forex (Valuta Asing) merupakan pasar terbesar di dunia.   Berdasarkan BIS Survey, volume transaksi forex harian secara global telah mencapai $6,6 triliun pada tahun 2019. Volume transaksinya yang tinggi, terutama untuk beberapa mata uang ternama, dapat memberikan peluang yang menarik setiap harinya. Di seluruh dunia, pasar forex telah menjadi tempat melebur bagi semua jenis investor, hedger, atau bahkan bankir.   Nilai keuntungan yang diperoleh dari trading forex ini tergantung nilai tukar mata uang asing dengan mata uang yang Anda pilih.
  2. Trading Emas di dalam bursa berjangka komoditi (ICDX)
    Berbeda dengan kegiatan jual beli, investasi, ataupun menabung emas. Aktivitas   trading emas   hampir sama dengan trading forex ataupun trading saham, yang membedakan hanya objeknya saja, yaitu emas.   Selain fungsinya di masa lalu dan karakteristiknya,   emas juga dianggap sebagai aset safe haven karena nilai emas akan tetap sama dari waktu ke waktu  . Dalam karakteristik emas sebagai aset safe haven,   harga emas relatif bergerak sejalan dengan perubahan sentimen risiko global.
  3. Trading Saham di dalam bursa efek (IDX)
    Trading saham adalah kegiatan penjualan beli saham dalam kurun waktu tertentu dan cukup singkat. Sementara investasi saham adalah kegiatan menabung untuk nantinya bisa mendapatkan keuntungan dari hasil pembelian saham dalam kurun waktu yang lama. Dalam melakukan trading saham, Anda harus melakukan jual beli dengan curam harga yang tidak menuntu. Anda harus membuat keputusan yang tepat untuk bisa memperoleh keuntungan atau capital gain, terutama ketika harga saham sedang tinggi.

2. 

Risiko Trading


  1. Risiko Kecukupan Modal
    Pelajari spesifikasi kontrak, lihat margin & hitung kecukupan modal. Modal > Margin 3x.
  2. Risiko Teknis dan Non Teknis
    Perhatikan konektivitas internet, kondisi lingkungan, dan mood. Jangan sampai Anda tidak fokus.
  3. Risiko Salah Analisis
    Analisis pasar secara teliti, mengingat semua kemungkinan kejadian. Jangan mengambil keputusan hanya karena takut kehilangan momen. Buat keputusan berdasarkan analisis matang.
  4. Risiko Salah Pengambilan Keputusan
    Jangan cepat panik ketika menganalisis salah, batasi kerugian atau menjalankan rencana B.

Probabilitas dalam Trading


Layaknya perdagangan biasa, kamu bisa  untung atau rugi . Analisis kamu juga  bisa benar, bisa salah . Berikut hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum mengambil keputusan berdasarkan kemungkinan (untung atau rugi) yang direncanakan:

  1. Kondisi Pasar
    Kondisi pasar yang dinamis berpengaruh pada kemudahan kita mengeksekusi target.Cek kedalaman pasarnya dulu.
  2. Analisis
    Sebelum mengambil keputusan (jual/beli), lakukan analisis perdagangan terlebih dahulu. Ada berbagai macam teknik analisa trading yang bisa kamu pelajari.
  3. Target
    Target P\L yang jelas sangat membantu untuk lebih memastikan hasil. Jadilah Pedagang Bukan Penjudi.
  4. Trading Plan
    Buatlah  rencana trading  terlebih dahulu tentang bagaimana trading akan dilakukan dan targetnya. Hal ini akan memberikan garis panduan dan menghindarkan kita dari “kerumunan pasar.”


Bagaimana Cara Kerja Trading?

Secara umum, proses trading dapat dibagi menjadi beberapa tahapan utama, yaitu:

  1. Analisis Pasar
    Sebelum melakukan transaksi, seorang trader perlu melakukan analisis terhadap pergerakan harga aset yang akan melakukan penipuan. Analisis ini dapat dilakukan melalui dua pendekatan, yaitu analisis teknikal dan analisis fundamental. Analisis teknikal fokus pada pola pergerakan harga historis suatu aset, sementara analisis fundamental mempelajari faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan dan penawaran aset tersebut, seperti kondisi ekonomi, politik, dan industri.

  2. Penentuan Strategi Trading
    Berdasarkan hasil analisis, trader akan menentukan strategi trading yang sesuai, seperti membuka posisi beli (long) atau jual (short), kapan waktu yang tepat untuk masuk dan keluar pasar, serta bagaimana mengelola risiko.

  3. Eksekusi Transaksi
    Setelah menentukan strategi, trader dapat melakukan eksekusi transaksi jual atau beli melalui platform trading yang tersedia, seperti aplikasi atau website broker.

  4. Manajemen Risiko
    Salah satu aspek penting dalam perdagangan adalah manajemen risiko. Trader perlu menentukan modal besar yang akan digunakan, stop loss untuk membatasi potensi kerugian, serta diversifikasi strategi untuk mengurangi risiko.

  5. Pemantauan dan Evaluasi
    Selama posisi trading terbuka, trader harus terus memantau pergerakan harga dan perkembangan pasar. Jika diperlukan, trader dapat melakukan strategi penyesuaian atau menutup posisi untuk mengamankan keuntungan atau meminimalkan kerugian.


Peraturan & Regulasi Trading

Memahami ketentuan dan peraturan yang berlaku menghindarkan kita dari risiko (hukum) akibat pelanggaran. Aktifitas  perdagangan  di Indonesia diatur melalui Undang-Undang khusus tentang Perdagangan Berjangka Komoditi.

  • Undang-Undang RI No.32 Tahun 1997
  • Undang-Undang RI No.10 Tahun 2011
  • Peraturan Pemerintah No.49 tahun 2014
  • Peraturan BAPPEBTI
  • Peraturan & Tata Tertib Bursa & Lembaga Kliring





Comments

Popular Posts